Young Adulthood

Clearly young adulthood is a period of stress. It is a time for raising a family, finding and maintaining the “right” job, and keeping a balance among self, family, job and society at large. It is a period of life that requires great energy.


Itu dulu artikel yang kudapat di materi mata kuliah Reading pas kuliah dulu. And I face it now. Bahwa tidak mudah menyeimbangkan antara idealisme pribadi dengan realita yang ada. Pun dalam tarbiyah.

Menjadi berat untuk “bertahan” dalam tarbiyah ketika idealisme duniawi mendominasi idealisme ukhrowi. Tawazun memang tidak mudah.
Dengan sadar kita mengetahui ada 3 pekerjaan di dunia ini: ibadah karena kita adalah hamba-Nya, da'wah karena kita adalah khalifah fil ardh, dan ma'isyah (alias pekerjaan profesional kita yang notabene ibadah juga).

Idealnya, kita mengutamakan ibadah mahdhah dan da'wah di atas pekerjaan profesional kita, tapi harus diakui yang terjadi kadang prioritas itu kita balik. Kerja (nyari duit bekikih jar urang Banjar) is the first thing, ibadah mahdhah (sholat misalnya) menyesuaikan, apatah lagi da'wah (menyampaikan kebenaran/kebaikan) yang jadi last priority.

Usia dewasa muda alias young adult menjadi pembuktian bagi kita sejauh mana kita 'menata' langkah kita ke depan. Memang ada yang bilang "life begins at forty". Masalahnya...kalau kada nyampai forty nengkaya apa? (maaf, saya Banjar mode = on, it's in my blood dear fellas...)

As a woman, another thing yang suka bugging adalah pertanyaan-pertanyaan yang mengejar kita.
FAQ : "Kapan nikah?" "Jangan pilih-pilih lho.."
Sesudah menikah ditanya lagi: "Udah ”isi”?"
Sesudah punya baby ditanya lagi: "Kapan ngasih adik buat si..." dst dst.

Dua pertanyaan sesudah menikah mungkin bisa bervariasi jawabannya,sesuai sikon. Tapi pertanyaan "kapan nikah?!" aduuh...pertanyaan ini quite sensitive, hehehe...

Aku lanjut di Young Adulthood Part Two Insya Allah...

(cuz kalo nunggu tulisanku ni full lengkap bin bagus bisa kada posting-posting..huaaaaaaa...)

Love Story

Love Story

song by: Ronda

If wonder has it ever cross our mind
The real love story among the men
Something which can give you the happy time
But also very painful another time
Feeling not sure and worries in your heart
Think of the world and scared of losing that
If we only realize that this world
Won't be forever and will end somehow

Ch.
Just try to think if you love and it's not answered
And you think that's it's all just the end of the world
Not tasty when you try to eat
Uncomfort when you try to sleep
And you will see the world is just the emptiness
Your heart will full of the loneliness
Wishing for the love everyday
That it will come somehow someday
While you're wasting your time away....
But there is one love full of guarantee
The true one, pure, and last eternity
The love for Allah and for Him only
Then He will answer that surely

Ch.
If we give all the love we have just for Allah
He will give us much bigger than we ever thought
His guidance make us sure to step
Always straight in every single path
And the love we give never clap only one hand
Cause He will always be there for us all the time
Feeling peacefully in our heart
His love will never take apart
Forever and ever peace your heart

(I will write 'bout my opinion n thought concerning this song later...)

untitled poem - 2002

berjuta haru menyeruak di kalbu/
tatkala cinta menyentuh sendi-sendi sukma/
apalah arti itik buruk rupa?!/
berhargakah ia?/
ya!/
karena belaian sang bidadari mengubahnya menjadi angsa jelita

Memulai Hidup Dengan Mengingat Mati

“Dan ketahuilah,” tulis ‘Ali bin Abi Thalib dalam surat wasiat kepada putranya Al Hasan, “engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sempat engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi buruk.”

Zuhara

Berdasarkan kamus bahasa arab, Zuhara artinya "planet venus". So, jadilah nie blog bertema-kan "Venus". Kebetulan venus adalah simbol yg juga dipakai oleh budaya Yunani untuk menggambarkan "wanita".

Blog ini, akan menggambarkan pikiran, ucapan, dan ide seorang Gilang Zuhara dalam memandang dunia.

Qur'an of the Day

Blog Archive